Materi Bahasa Arab Perkenalan (Dialog) - Model Pembelajaran Inquiry Learning

Materi Bahasa Arab Perkenalan (Dialog) - Model Pembelajaran Inquiry Learning

Materi ini cocok untuk Anda terapkan dalam proses belajar Bahasa Arab kelas X - Bahasa dan Sastra Arab. Adapun KD yang dicapai adalah KD 3.1 dan KD 4.1.

Model pembelajaran yang dipakai adalah Inquiry Learning yakni siswa diajak untuk menyimak video contoh percakapan perkenalan berbahasa Arab, kemudian siswa diminta untuk mengategorikan setiap percakapan pada 5 kelompok: 1) Sapaan; 2) Perkenalan; 3) Permintaan Maaf; 4) Berterima kasih; 5) Perpisahan. Setelah itu siswa menyimpulkan bahwa cara menyapa, berkenalan, meminta maaf, berterima kasih dan berpisah sebagaimana yang ada dalam video.

Siswa selanjutnya diberi tugas untuk menyusun sendiri dialog percakapan perkenalan. Bisa berkelompok sepasang-sepasang. Lalu mempraktikkannya di depan teman sekelas.

Video Dialog Perkenalan #1




Video Dialog Perkenalan #2




Bagaimana proses penilaiannya?

Penlaian dapat dibagi menjadi latihan lisan dan tertulis.

Penilaian Tertulis dapat diberikan soal pilihan ganda, benar-salah atau ya-tidak. Tergantung KD dan indikator yang ingin dicapai baik C1-C6 (Taksonomi Bloom)

Sedangkan penilaian lisan dapat menggunakan rubrik dengan skala penilaian 1-4.
Aspek yang dinilai: a) kelancaran; b) mufrodat; c) kohesi antar-kalimat; d) Kesesuaian materi dengan konteks percakapan. Agar tidak menebak-nebak dalam penilaian, dapat dibuat kriterian berdasarkan skala 1-4.

Kelebihan proses belajar dengan model ini adalah siswa jadi lebih aktif dan lebih berani berinovasi untuk mengembangkan dialog perkenalan versi mereka sendiri dan siswa jadi lebih banyak bertanya jawab dalam menambah kosakata-kosakata baru.

Kendala yang mungkin dihadapi dalam kelas adalah siswa belum terbiasa mendengar percakapan bahasa Arab sehingga perlu waktu untuk menulis lagi apa yang mereka dengar. Terlebih bagi siswa yang belum memiliki dasar imla'.

Peran guru sebagai sumber materi dan memvalidasi data mereka sangat diperlukan dalam model belajar ini.

Dalam satu pertemuan 2x45 menit KD 3.1  dan 4.1 bisa diselesaikan langsung. Namun apabila Anda ingin menugaskan siswa untuk membuat video percakapan sebagaimana dalam video contoh, mungkin bisa memerlukan waktu sedikit lebih banyak.

Mungkin itu yang dapat saya bagikan kali ini, saran dan masukan dari Anda sangat bermanfat bagi saya.

Jika dirasa postingan kali ini bermanfaat, yuk share kepada guru bahasa Arab lainnya dan berkomentar di bawah jika ada yang ingin didiskusikan ya!

Terima kasih!

Baca selengkapnya »
Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik (Scientific Approach)

Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik (Scientific Approach)

Ketika kita menitipkan anak-anak di sekolah, pernahkah kita bertanya-tanya bagaimana proses belajar yang dilalui oleh mereka? Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana anak-anak kita melalui proses belajar di sekolahnya.

Kurikulum 2013 pemerintah secara prinsip memproyeksikan lulusannya menjadi generasi yang mencakup empat aspek kecakapan spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan. Pembelajaran anak-anak kita di sekolah idealnya akan menjadikan mereka anak-anak yang agamis, berjiwa sosial, berpengetahuan yang luas dan terampil dalam disiplin ilmu yang diminatinya. Nah, dalam proses tersebut peran guru menjadi sangat penting sebab guru tidak hanya mendidik siswa dalam disiplin ilmu saja tapi juga secara karakter dan keteladanan.

Oke, karena judul artikel kali ini adalah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik (Scientific Approach) saya akan berfokus pada penjelasan sesuai judul saja ya. Ini lebih kepada aspek Pengetahuan dan Keterampilan siswa.

Pengertian

Pendekatan Saintifik (Scientific Approach) adalah sebuah model pembelajaran yang memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi, menaya, eksperimen, mengolah informasi atau data, kemudian mengomunikasikan. (Kemendikbud, 2014)

Pendekatan ini sudah diterapkan di Amerika sejak akhir abad ke-19 dengan format pembelajaran yang mengedepankan kegiatan laboraturium formalistik untuk pembelajaran sains yang kemudian diarahkan pada penyimpulan fakta-fakta ilmiah. Pendekatan saintifik ini sebenarnya juga sudah diterapkan di Indonesia dengan sebutan Learning by Doing atau dikenal juga dengan cara belajar siswa aktif pada kurikulum 1975.

Pendekatan saintifik ini bertujuan agar meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik, membentuk kemampuan penyelesaian masalah secara sistematik, menumbuhkan budaya pembelajaran peserta didik yang merasa bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan, melatih peserta didik dalam mengemukakan ide-ide, meningkatkan hasil belajar peserta didik, dan mengembangkan karakter peserta didik.


Langkah-Langkah Pendekatan Saintifik

Langkah-langkah pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran meliputi mengamati (observing), menanya (questioning), mencoba (experimenting), mengolah data atau informasi dilanjutkan dengan menganalisis, menalar (associating), dan menyimpulkan, menyajikan data atau informasi (mengomunikasikan), dan menciptakan serta membentuk jaringan (networking).

Lebih rincinya sebagai berikut:

Mengamati

Metode mengamati ini mengutamakan kebermaknaan dalam proses pembelajaran (meaningfull learning). Metode ini sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik, sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Dengan metode observasi ini peserta didik menemukan fakta bahwa ada hubungan antara objek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang sampaikan oleh guru.

Menanya

Kegiatan belajar menanya dilakukan dengan cara peserta didik mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati.

Mengasosiasikan/Mengolah Informasi

Dalam kegiatan mengasosiasi/mengolah informasi terdapat kegiatan menalar dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan.

Mengomunisasikan

Pada pendekatan saintifik guru diharapkan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengkomunikasikan apa yang telah mereka pelajari. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan, dan menemukan pola.

Nah, itu dia pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Anak-anak kita diproyeksikan menjadi generasi yang cerdas dan mandiri dalam menyelesaikan problematika kehidupannya dengan pembiasaan ilmiah tersebut.

Namun, yang perlu kita perhatikan juga bahwa pendidikan di sekolah tidak sepenunyah berperan dalam pembentukan karakter tersebut. Peran kita sebagai orang tua tidak bisa digantikan oleh sekolah. Pembentukan mental dan karakter baik spiritual dan emosional sebagian besar terbentuk dalam lingkungan keluarganya.

Ketika ada permasalahan di sekolah yang harus anak kita selesaikan, maka sikap yang dibawanya adalah sikap didikan kita di rumah. Apabila kita mendidik anak-anak kita dengan bekal mental dan spiritual yang baik, dia akan tumbuh ke arah yang baik dimana pun dia belajar. Akan tetapi kalau pendidikan di rumah tidak berjalan, di sekolah semahal apapun dan sehebat apapun gurunya, hasilnya akan sulit diharapkan menjadi maksimal.

Akhirnya, saya menyimpulkan. Kurikulum Pendidikan yang diusulkan pemerintah untuk generasi penerus kita adalah sistem yang baik. Namun, kurikulum yang terbaik tak lain dan tak bukan hanya ada dalam lingkungan keluarga kita. Jadi, sudahkah kita mendidik anak-anak kita dengan kurikulum yang terbaik sesuai dengan harapan kita?


Baca selengkapnya »
5 Kanal Youtube Belajar Bahasa Arab yang Terbaik versi Fahrizal Mukhdar

5 Kanal Youtube Belajar Bahasa Arab yang Terbaik versi Fahrizal Mukhdar

Belajar bahasa itu fitrah. Sejak lahir sampai detik ini kita terus belajar bahasa. Bahasa ibu, bahasa pergaulan, bahasa nasional dan bahasa asing. Semuanya kita pelajari. Namun, entah kenapa pelajaran bahasa (terutama bahasa asing) itu kalau sudah masuk sekolah jadinya malah memusingkan? Hayo, kenapa? Hehe. Silahkan jawab sendiri. Sampaikan di kolom komentar ya jawabannya!

Pada postingan sebelumnya saya juga sempat menyinggung tentang fitrah berbahasa yang pada intinya belajar terbaik berbahasa itu adalah dengan mendengarkan dan menyaksikan. (Baca: Formula Belajar Bahsa Arab yang Mudah, Memahamkan dan Menyenangkan). Nah, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana bisa mendengarkan dan menyimak ketika lingkungan kita dan sekolah jauh dari bahasa Arab? Apa yang harus dilakukan?

Supaya kegiatan mendengar dan menyaksikan bahasa Arab lebih intens, kita bisa mendapatkan langsung contohnya dalam kanal Youtube. Teknologi informasi saat ini cukup membantu kita untuk belajar bahasa Arab lebih efektif. Karen kita bisa mendengar langsung bahasa Arab dari penutur aslinya.

Nah, berikut ini saya sajikan 5 kanal Youtube Belajar Bahasa Arab yang Terbaik versi saya. Setiap kanal memiliki ciri khas dan keunggulannya masing-masing yang sangat membantu dalam proses belajar.

Baiklah, langsung saja:

1. Arabic Blooms


Kanal Arabic Blooms ini sangat bagus diikuti untuk memaksimalkan kemampuan mendengarkan (maharah istimaa') siswa. Konten di dalamnya pun sangat terstruktur dan mudah dimengerti. Dengan pengantar penjelasan menggunakan bahasa Inggris, materi disampaikan dengan secara pelan, jelas dan mudah dipahami.

Konten yang menjadi unggulan dalam kanal ini adalah Learn Arabic Through Short Story. Didukung dengan gambar yang menjelaskan peristiwa dan konteks secara gamblang, bahasa Arab jadi sangat mudah dipahami di kanal ini.


2. Learn With Zakariya - تعلم مع زكريا


Kanal Learn With Zakariya ini sangat lengkap dalam memberikan konten Belajar Bahasa Arab. Konten tentang kosakata, misalnya. Kanal ini menjelaskan kosakata lengkap dengan gambar ilustrasi dan contoh penggunaannya dalam kalimat. Materi yang dimuat pun mencakup empat skill dasar Maharatul Istima', Kalam, Lisan, dan Kitabah. Saya merekomendasikan kanal Youtube dengan subscriber 1.7 jt ini untuk Anda ikuti karena secara keseluruhan isi kontennya sangat memudahkan untuk dipahami.

Sering mendengarkan dan menirukan apa yang diucapkan dalam video membuat Anda lebih percaya diri dalam mengguakan bahasa Arab.



3. Madinah Arabic


Salah satu konten kanal Madinah Arabic yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk subscribe adalah konten Movie Clip-nya. Admin atau author kanal ini sangat baik dalam menjelaskan struktur, makna dan cara pengucapan kosakata dan frasanya. Ditambah lagi movie klip tersebut diambil dari film. Sehingga bahasa Arab yang digunakan di dalam video terlihat sangat natural. Proses belajar dengan konsep mendengarkan dan menyaksikan sangat terdukung oleh video dari kanal ini.


4. Rachids Welt


Kalau kanal ini langsung disampaikan sama Mas Rachids Welt ya. Kontennya sangat cocok untuk memberikan stimulus dalam pembelajaran maharah Kitabah. Karena beliau penutur asli, jadi sangat membantu juga untuk maharah istimaa' nya. Mendengarkan materi sekaligus belajar menulisnya.


5. Hidaya Center


Kanal ini cocok untuk belajar mengekspresikan dan mengucapkan bahasa Arab dengan baik. Video-video di dalamnya banyak memuat tentang grammtika bahasa Arab (nahwu) yang dibahasa secara ringan dan mudah diingat. Kemudian kita diberikan banyak gambaran penggunaanya dalam konteks percakapan. Konten di kanal ini dibuat untuk selain penutur aslinya.


Nah, itu dia 5 kanal Youtube Belajar Bahasa Arab yang keren versi Fahrizal Mukhdar.

Baca selengkapnya »
Formula Belajar Bahasa Arab yang Mudah, Memahamkan dan Menyenangkan

Formula Belajar Bahasa Arab yang Mudah, Memahamkan dan Menyenangkan

Menurut Anda, apa hubungan antara gambar ini dengan judul postingan ini? Boleh jawab di kolom komentar ya!

Apa yang ada di benak siswa ketika mendengar kata Bahasa Arab?

Ooh! Itu pelajaran yang sangat sulit! Memusingkan!

Harus mempelajari nahwu, shorof, tulisannya ruwet. Banyak sekali kaidahnya.
Pokoknya kalau sudah berurusan dengan bahasa Arab itu isinya sumpek!

Hm...
Apakah bahasa Arab sesulit itu?

Ya, kalau mendengar kata mereka yang kualahan belajar bahasa Arab sih, saya yakin memang begitulah adanya. Bahkan awal-awal saya mengajar bahasa Arab dulu, muncul celetukan siswa: 

"Sulitnya matematika nggak sepusing ketika harus mempelajari bahasa Arab."

Saat itu saya tidak bisa memungkirinya. Saya masih mencari formula yang tepat untuk pembelajaran bahasa Arab menyenangkan. Selain menyenangkan, tentunya siswa akhirnya mampu berbahasa Arab.

Alhamdulillah, sudah 3 tahun saya mengajar bahasa Arab. Setelah banyak mendengarkan keluhan dan kesulitan siswa dalam belajar bahasa Arab serta mengamati kondisi siswa saya menemukan Formula Belajar Bahasa Arab yang Mudah, Memahamkan dan Menyenangkan. InsyaAllah kedepannya saya akan jelaskan formulanya. Di artikel ini saya akan ulas sedikit konsep pembelajarannya.

Namun, sebelum lanjut ke pembahasan formulanya, berikut ini keluhan yang sering muncul di kalangan siswa ketika belajar Bahasa Arab:

1. Tulisannya cukup rumit

Benar sekali! Tidak seperti bahasa asing Inggris. Walaupun memang sebenarnya bahasa Inggris juga rumit, namun dapat termaafkan ketika siswa masih bisa mengusahakan membaca tulisan latinnya. Secara siswa memang lebih terbiasa dengan tulisan latin. Sementara bahasa Arab, kebanyakan mindset siswa menganggapnya bahasa ritual Islam yang hanya dipakai dalam sholat, baca Al-Qur'an dan baca do'a. Bahkan mereka membacanya seperti sedang mengaji. Kasihannya lagi siswa yang tidak pernah balajar bahasa Arab baik tulisannya dan bacaannya di TPA.

2. Kaidahnya Banyak dan Susah diingat

Setiap bahasa pasti memiliki kaidah. Baik sintaksis atau morfologis, bahasa Arab terkesan cukup rumit. Secara nahwu (sintaksis) misalnya, ada kaidah-kaidah yang harus diperhatikan saat penggunaannya. Posisi sebagai objek harusnya harokat akhirnya bagaimana, kalau jadi subjek disebut apa dan harokat akhirnya apa, harus pakai alif-lam atau tanwin, harus ini-harus itu. Itu baru sintaksisnya, belum lagi shorof (morfologi) bhuannyak banget! Ampun dah!

3. Takut Salah

Kenapa sebagian siswa merasa keberatan dengan bahasa Arab? Karena mereka takut salah. Nanti salah muannas muzakkarnya, nanti salah ucapannya, nanti salah kosakatanya dan banyak lagi ketakutan-ketakutan yang akhirnya membuat siswa urung untuk mencoba eksplorasi bahasa Arab. Apalagi kalau gurunya galak. Hiii. Nggak berani deh. hehe.

Ya, tiga poin itu yang menjadi momok dalam pembelajaran bahasa Arab sehingga siswa kurang tertarik dengan bahsa Arab. Itulah tembok yang seharusnya kita dobrak. Tiga tembok tersebut terlalu sulit untuk ditembus sehingga banyak yang menyerah untuk melaluinya.

Formula Belajar Bahasa Arab yang saya gunakan pada intinya dilandasi oleh keluhan siswa tersebut diatas. Jadi, secara prinsip, belajar Bahasa Arab yang menyenangkan itu adalah ketika 3 poin diatas berhasil ditepis dan dihapus dari mindset siswa. Sehingga langkah awal yang harus dilakukan adalah membereskan gurunya. hehe.
Fahrizal Mukhdar

Nah lho... Kenapa gurunya?

Ya jelas gurunya lah, karena yang membuat siswa kesulitan belajar bahasa Arab itu sebenarnya bukan 3 poin di atas, tapi idealisme gurunya. Siswa tidak akan mengeluhkan itu kalau gurunya tidak kaku ketika melihat tulisan siswa yang masih acakadut. Siswa juga tidak takut bereksplorasi ketika tidak dihantui oleh kesalahan kaidah bahasa. Siswa juga tidak akan takut salah ketika gurunya dengan penuh semangat mengapresiasi usaha siswa dan menyampaikan rasa bangganya ketika siswa berhasil mengalami kemajuan dari sebelumnya. Setuju?

Oke-oke. Saya merasa bersalah sebagai guru bahasa Arab ketika masih memiliki idealisme itu, hehe. Nah, bagaimana mengubah mindset tersebut?

Ini dia caranya:
  1. Tulisannya cukup rumit? Yasudah nanti aja belajar tulisannya.
  2. Kaidahnya banyak dan susah diingat? Yasudah kita langsung praktek aja! Nggak perlu mengingat kaidah yang banyak itu. Nanti saja.
  3. Takut Salah? Nggak masalah kok. Tenang aja, bahkan gurumu pun masih bisa membuat kesalahan yang sama dengan yang kamu lakukan. Jadi, teruskan saja!
Sampai sini, ternyata cukup panjang juga ya pembahasan saya. Belum sampai ke Formula Belajar Bahasa Arab yang Mudah, Memahamkan dan Menyenangkan juga hehe.


Okelah, sekarang langsung ke formulanya:

Ini dia:

Formula Belajar Bahasa Arab yang Mudah, Memahamkan dan Menyenangkan

1. Kembalilah kepada fitrah berbahasa!

Apa maksudnya kembali kepada fitrah berbahasa?

Fitrah berbahasa adalah mendengar dan menyaksikan lebih banyak ketimbang membaca dan menirukan. Jadi yang perlu dikedepankan adalah proses mendengar dan menyaksikannya. Bukan membaca dan menirukan baik lisan maupun tulisan.

Karena tahap ini sebenarnya adalah tahap mencerna kosakata dan menghubungkannya dengan konteks penggunaannya, ini memerlukan waktu dan perlu distumulasi dengan repetisi yang intens. Seseorang akan mencoba menirukan apa yang dia dengar dan saksikan ketika sudah merasa cukup paham dengan kosakata dan korelasinya dengan konteks penggunaannya.

Hal ini yang sering diabaikan oleh guru. Siswa dijejali dengan kosakata yang begitu banyak dan harus dihafalkan baik secara lisan maupun tulisan dalam waktu yang relatifi singkat. Seminggu harus hafal 20 kosakata misalnya. Bagi seorang pemula, itu sudah melanggar fitrah. Betapa tidak, seperti kita yang belajar bahasa baru di daerah yang baru kita tinggali. Apakah kita dipaksa menghafal kosakata bahasa baru itu seperti di sekolah? Tidak, kan? Kita belajar secara alami dalam kegiatan kita sehari-hari. Mendengarkan, menyaksikan konteksnya, lalu kita mempraktikkannya bertahap.

Oke. Pertanyaannya, berapa kali tatap muka pelajaran Bahasa Arab setiap minggunya? Apa yang dilakukan dalam kelas? Membaca teks? Berapa banyak perbandingannya antara menulis dan mendengarkan? Ayo jujur... Banyakan membaca dan menulisnya bukan?

Padahal secara alamiah dan ilmiah membuktikan bahwa belajar bahasa yang efektif adalah dengan banyak mendengar dan menyaksikan konteksnya. Kalau Anda orang Kalimantan yang sekarang tinggal di Malang. Coba ingat-ingat, berapa lama Anda tinggal di sana, dan memerlukan berapa bulan Anda bisa menguasai dan menggunakan bahasa Jawa Malangan dalam praktik komunikasi pergaulan Anda? Tiga bulan, enam bulan, setahun? Coba bayangkan, dalam waktu yang relatif singkat Anda bisa menguasai bahasa daerah tersebut dengan cara yang tidak diterapkan oleh sekolah. Cara apa? Cara fitrah berbahasa.

2. Jadilah role model berbahasa!

Lagi-lagi salah gurunya. hiks! Hehe.
Sering kali yang menjadi penyebab bahasa Arab tidak menarik untuk dipelajari adalah karena gurunya juga tidak percaya diri dalam menggunakan bahasa Arab ketika bertemu dengan siswa. Bahkan dalam menjelaskan meteri bahasa Arab saja guru menyampaikannya dengan bahasa Indonesia. Hehe. Benar, tidak? Sebagai rule model, sebenarnya guru bisa mencampurkan penggunaan bahasa Arab dan Indonesia dalam penjelasan materinya.

Mestinya, guru bahasa Arab bisa menjadi contoh keren berbahasa Arab bagi siswa.  Dengan aura penuh semangat dan sering mengajak siswa berbicara berbahasa Arab baik di dalam jam pembelajaran atau diluar pembelajaran, guru bisa menjadi motivator yang sangat berpengaruh bagi siswa.

3. Jadilah pendukung siswa

Tidak semestinya guru memotong pembicaraan siswa ketika dia mempraktikkan bahasa Arab karena dia melakukan kesalahan dari segi kaidah ataupun kosakata. Sebab ketika meraka berusaha mempraktikkan secara lisan ataupun tulisan, saat itu mereka sedang mengerahkan segala upaya dan tenaga untuk menyingkronkan maksud dan kosakata yang ingin diungkapkannya. Bayangkan bagaimana perasaannya ketika usahanya itu dipatahkan dengan koreksi yang tidak begitu penting? Parahnya lagi ketika kita menjadikannya bahan tertawaan. Saya yakin, proses belajar bahasa Arab jadi hukuman bagi siswa.

Kita sebagai guru bertanggun jawab penuh untuk mendukung siswa. Mengapresisasi setiap usahanya adalah hal mutlak yang lazim dilakukan oleh guru.

"Wah, Bapak, kagum dengan kemajuanmu. Besok-besok Bapak jadi semakin penasaran, kemajuan apa lagi yang bisa kamu tunjukkan di hadapan kami. Ini luar biasa! Keren! Semangat terus ya! Kalau ada kesulitan, jangan sungkan untuk mendatangi Bapak dan berdiskusi. Okey?!"

Saat siswa melakukan kesalahan dalam praktiknya, guru bisa menyampaikan koreksinya dengan bahasa yang membangun setelah praktiknya selesai.

"Nak, tadi kamu bermaksud mengatakan هذا بيت dan keliru menggunakan هذه , ya? Hmm, nggak masalah, sih. Siapa saja pernah seperti itu, bahkan orang Arab aslinya pun pernah melakukan kesalahan seperti itu. Kamu bisa jadi lebih baik setelah sering menyimak dan berlatih kok. Tingkatkan lagi ya! Bapak, percaya kamu bisa!"

Nah itu dia Formula Belajar Bahasa Arab yang Mudah, Memahamkan dan Menyenangkan versi saya. Jika, Anda seorang guru Bahasa Arab dan merasa ada hal yang perlu dikoreksi atau didiskusikan dari apa yang saya tulis ini, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar di bawah ya!

Semoga bermanfaat!
11/04/2020 - Fahrizal


Baca selengkapnya »
4 Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013

4 Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013

Model pembelajaran adalah pola atau struktur pembelajaran peserta didik yang didesain, diterapkan, dan dievaluasi secara sistematis oleh guru dalam rangka mencapai tujuan pelajaran. Bahasa simpelnya model pembelajaran adalah gambaran proses belajar yang diterapkan oleh guru didalam kelas.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses, model pembelajaran yang diutamakan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalam model pembelajaran Inkuiri (Inquiry Based Learning), model pembelajaran Discovery Learning, model pembelajaran berbasis Proyek (Project Based Learning), dan model pembelajaran berbasis permasalahan (Problem Based Learning).

Nah, ringkasnya gimana sih 4 model pembelajaran kurikulum 2013 tersebut?
Yuk kita bahas satu per satu!


A. Inquiry Learning

Model inkuiri ini tahapannya antara lain:
  1. Observasi/Mengamati berbagai fenomena alam atau lingkungan. Pada tahap ini siswa diajak mengalami dan mengamati langsung fenomena terkait matapelajaran yang dipelajarinya;
  2. Setelah mengamati, siswa didorong untuk memunculkan pertanyaan terkait fenomena yang telah diamati. Pada tahapan ini siswa sedang berlatih untuk dapat secara mandiri mengeksplorasi fenomena melalui kegiatan bertanya kepada teman, guru atau mencari jawaban dari pertanyaannya tersebut dari berbagai sumber.
  3. Mengajukan dugaan atau hipotesis kemungkinan jawaban. Pada tahapan ini siswa dapat mengasosiasi atau melakukan penalaran terhadap kemungkinan dari pertanyaan yang diajukan.
  4. Mengumpulkan data yang terkait dengan hipotesis atau pertanyaan yang diajukan, sehingga dalam kegiatan tersebut siswa dapat memprediksi jawaban yang paling tepat untuk merumuskan suatu kesimpulan.
  5. Merumuskan kesimpulan berdasarkan data yang diolah atau dianalisis, sehingga pada tahapan ini siswa dapat menyajikan hasil temuannya.
Model pembelajaran ini cocok untuk mata pelajaran matematika atau matapelajaran lainnya ketika karakteristik kompetensi dasarnya dinilai cocok. Contohnya kalau dalam bahasa Arab, model ini bisa digunakan untuk penjelasan tarkib untuk menemukan pola struktur kebahasaan.

B. Discovery Learning

Model pembelajaran ini tahapannya antara lain:
  1. Memberi stimulasi (Stimulating). Pada kegiatan ini guru memberika stimulasi yang dapat berupa literasi bacaan, gambar, video atau situasi yang sesuai dengan materi pembelajaran/topik/tema yang akan dibahas sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar mengamati oengetahuan konseptual.
  2. Mengidentifikasi Masalah (Problem Statement). Pada tahapan ini siswa didorong untuk menemukan permasalahan apa saja yang dihadapi sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar menaya, mencari informasi dan merumuskan masalah.
  3. Mengumpulkan Data (Data Collecting). Pada tahap ini siswa didorong untuk mencari dan mengumpulkan data/informasi yang dapat digunakan untuk menemukan solusi pemecahan masalah yang dihadapi. Aktivitas ini melatih ketelitian, akurasi, dan kejujuran serta membiasakan siswa untuk mencari atau merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah jika satu alternatif mengalami kegagalan.
  4. Pengolahan data (Data Processing). Siswa melakukan pengolahan data. Kegiatan ini melatih sisea untuk mencoba dan mengeksplorasi kemampuan pengetahuan konseptualnya untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata.
  5. Memverifikasi (Verification). Pada tahapan ini siswa diarahkan untuk mengecek kebenaran dan keabsahan hasil pengolahan data melalui berbagai kegiatan antara lain bertanya kepada teman, berdiskusi, mencari sumber yang relevan baik dari buku atau media, serta mengasosiasikannya sehingga menjadi sebuah kesimpulan.
  6. Generalisasi (Generalisation). Pada kegiatan ini siswa mulai digiring untuk mengambil pernyataan umum dari hasil simpulannya pada suatu kejadian atau permasalahan yang serupa. Tahap ini melatih siswa dalam aspek metakognitifnya.

C. Project Based Learning

Model pembelajaran ini memfokuskan pada permasalahan kompleks yang diperlukan siswa dalam memahami materi melalui investigasi dan membimbing siswa dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek dalam kurikulum. Model ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi mereka.

Langkah pembelajaran berbasis proyek ini adalah sebagai berikut:
  1. Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek. Tahap ini sebagai langkah awal agar siswa mengamati lebih dalam terhadap pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada.
  2. Mendesain perencanaan proyek. Sebagai langkah nyata menjawab pertanyaan yang ada disusunlah suatu perencanaan proyek.
  3. Menyusun jadwal proyek yang akan dijalankan.
  4. Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek.
  5. Menguji hasil.
  6. Mengevaluasi kegiatan/pengalaman.

D. Problem Based Learning

Model pembelajaran ini bertujuan merangsang siswa untuk belajar menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dikaitkan dengan materi yang dipelajarinya.

Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  1. Mengorientasi pada masalah. Pada tahap ini siswa diajak untuk mengamati masalah yang menjadi objek pembelajaran.
  2. Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran.
  3. Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok. Dalam tahap ini siswa melakukan percobaan (mencoba) untuk memperoleh data dalam rangka menjawab atau menyelesaikan masalah.
  4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
  5. Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah.
Model pembelajaran ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang berjiwa siantis dan mandiri. Dengan membiasakan siswa belajar dengan model seperti ini, ketika kelak mereka terjun ke masyarakat, pengalaman belajar seperti ini akan membuat mereka lebih cakap dan cerdas dalam menghadapi permasalahan di lingkungannya.

Well! That's all about 4 Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Jika ada saran dan kritik yang ingin disampaikan, yuk langsung saja disampaikan di kolom komentar! Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.


10/04/2020 - Fahrizal

Siswa SMA IT Arafah - Problem Based Learning Bahasa Indonesia

Baca selengkapnya »
3 Tips Mengajar Menyenangkan dalam Kondisi Darurat Corona

3 Tips Mengajar Menyenangkan dalam Kondisi Darurat Corona



Dikarenakan Kondisi Darurat Wabah Corona, mau tidak mau proses belajar mengajar harus dilaksanakan dari rumah. Karakteristik virus yang mudah sekali menular dari manusia ke manusia menyebabkan kegiatan berkumpul dan berinteraksi fisik sebagaimana biasanya di sekolah tidak lagi aman. Sehingga pada tanggal 24 Maret 2020 Kemendikbud merilis Surat Edaran yang mengatur proses belajar mengajar selama masa Darurat Wabah.

Proses belajar mengajar pun berubah drastis. Dari yang asalnya tatap muka langsung, selama masa darurat ini menjadi seluruhnya belajar dari rumah dengan memanfaatkan internet. Sebelumnya belajar dengan guru, sekarang belajar dengan emak. Parahnya, bagi sebagian anak belajar dengan orangtua sangatlah tidak asyik! Anak bete, emaknya gemes! hehe.

Tak sedikit keluhan kesulitan dalam belajar muncul dari siswa dan orangtua. Bahkan guru pun juga banyak yang kesulitan. Kendala paket data terbatas, sinyal timbul tenggelam, juga kejenuhan.

Sungguh pun demikian, bapak-ibu gurulah yang pada akhirnya mau tidak mau harus berinovasi. Guru berpikir keras bagaimana caranya supaya dalam mengikuti pembelajaran dari rumah siswa tetap bersemangat. Memanfaatkan teknologi Android dan Laptop menjadi basis pembelajarannya. Ada guru yang menggunakan classroom, edmodo, zoom dan lainnya.

Tapi, apakah dengan pemanfaatan teknologi saja sudah cukup?
Jawabannya: BELUM!

Mengapa demikian? Karena jika tidak diinovasi, pembelajaran jadi cenderung  menjenuhkan. Belajar dari rumah bukannya santai, malah siswa mendapat bejibun tugas. hehe. Ya, meskipun memang belajar dari rumah tidak untuk bersantai, tapi jumlah tugas antara belajar di sekolah dan belajar dari rumah malah lebih banyak tugas di rumah dibandingkan dengan ketika  belajar di sekolah. Sehingga pada akhirnya siswa penat dan lelah mengerjakan tugas-tugas dan dampaknya mereka malas mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh. Akhirnya siswa mengerjakan tugas-tugas hanya untuk memenuhi kewajiban saja. Asal-asalan.

Apakah Anda sebagai guru juga merasakannya?

Gimana? Masalah bukan?

Lalu, bagaimana caranya agar belajar dari rumah yang notabene membosankan karena sudah hampir sebulan yang diublek itu-itu aja?

Oke! ini dia:

Tips Mengajar Menyenangkan dalam Kondisi Darurat Corona

Sebelum masuk ke poin tipsnya, kita perlu menyadari dulu bahwa tujuan belajar adalah untuk menambah ilmu, wawasan, kreatif dan pengalaman. Supaya semua itu benar-benar maksimal didapatkan oleh peserta didik, maka model belajarnya harus menarik.

Usaha itu memang tidak mudah, tapi bukan berarti kita tidak mau mencoba dan terus mencoba, kan?

Tips ini saya refleksikan dari pengalaman saya saat mengajar. Yuk disimak...

1. Ajak siswa berdiskusi untuk menentukan cara belajarnya!

Dalam pembelajaran bahasa Arab, saya sering mengambil sudut pandang siswa ketika hendak menentukan kegiatan belajar yang proporsional dan menyenangkan. Saya menyampaikan terlebih dahulu apa yang akan mereka harus capai sebelum memulai pelajaran. Siswa sering memberi masukan metode belajar, dari sana kita bisa mengajak siswa bekerjasama dan pembelajaran jadi lebih aktif serta menyenangkan.

Di kelas, saya lebih menekankan peserta didik mampu dengan percaya diri berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Untuk pembahasan struktur bahasa atau tarkibat-nya saya lebih suka mengajak siswa melakukan pengamatan (Inquiry Learning), dan siswa menemukan polanya sendiri.

2. Memberi tantangan dan menggambarkan apa yang peserta didik akan dapatkan setelah pembelajaran selesai

Model pembelajaran seperti ini bisa diterapkan dengan memberikan peserta didik tugas pengamatan, eksperimen atau proyek. Siswa dibantu dengan membuat Lembar Kerja yang harus mereka laksanakan. Kita sebagai guru berperan sebagai fasilitator pembimbing. Kita membantu mereka menyelesaikan kesulitannya dalam berproses. Kalau di kelas saya, peserta didik saya minta mempresentasikan hasilnya dalam bentuk video monolog.

3. Ajak siswa mengaitkan ilmu yang sedang dipelajari dengan peristiwa-peristiwa aktual atau bidang ilmu lainnya!

Belajar yang nggak kayak belajar. Pada kondisi penuh kegelisahaan seperti saat ini, peserta didik perlu direfresh. Terlebih kebijakan pendidikan pun tidak menekankan harus memenuhi KD selama masa darurat. Maka pembelajaran bisa disetting seperti apapun yang kita mau.

Kelas Bahasa Arab saya saat ini sedang mempelajari sifatul insan. Saya kasihlah mereka video wawancara berbahasa Arab salah seorang Habib yang menyampaikan deskripsi fisik Rasulallah yang indah. Peserta didik merasa kesulitan sih pada awalnya, tapi setelah saya ajak untuk refleksi. Begini hasilnya:

Apa hikmah yang mereka dapatkan setelah memaksakan diri menyimak video?

Jawabannya:
- Dapat mengenal Rasulullah lebih banyak dan tambah cinta.
- Ada juga yang bilang menambah kosakata dan jadi lebih percaya diri dengan Bahasa Arab.
- Jadi sadar bahasa Arab itu menyenangkan dan sadar harus lebih serius lagi belajarnya.
- Saya jadi faham, bahwa mendengar banyak membuat kita mengerti banyak. hehe.

Nah itu tadi tiga tipsnya. Jika ada kekurangan atau ada kritik, saya sangat bersyukur. Boleh sampaikan masukannya di kolom komentar di bawah yaa...


Terima kasih.
09/04/2020 - Fahrizal


NB: Saya mengajar anak SMA. Jadi, tips saya ini belum tentu sesuai dengan kondisi di lingkungan tempat Anda mengajar. Namun, setidaknya prinsip di atas bisa menjadi landasan Anda untuk berinovasi dalam pembelajaran. Semoga sukses!

Persembahan dari Siswa SMA Islam Terpadu Arafah



Baca selengkapnya »
Corona Mahabesar atau Allah Mahabesar?

Corona Mahabesar atau Allah Mahabesar?


Assalamualaikum!
Apa kabar Antum semuanya?
Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat baik jasmani maupun rohaninya. Amin.

Bagi Anda yang mungkin saat ini sedang dalam status ODP, PDP atau Positif COVID-2019
Saya mendoakan semoga ujian ini segera berlalu dan Anda lulus dengan predikat taqwa yang tinggi di mata Allah subhanahu wa ta'aala.

Tenang saja!
Dimana ada kesulitan disitu ada kemudahan yang membersamainya. Mungkin Anda cukup tertekan dengan status ODP yang ternyata membuat Anda dijauhi dan terdiskriminasi. Tetaplah tenang! Sesungguhnya dijauhi makhluk tidak lebih mengerikan dari dijauhkannya kita dari rahmat Allah. Tidak sedikit orang yang sengaja Allah jauhkan dari Rahmat-Nya dengan cara; Allah memenuhi hatinya dengan ketakutan yang sangat sehingga dia tidak berani melangkahkan kaki menuju masjid untuk sholat berjama'ah yang otomatis membuat rahmat Allah menjauh darinya. Padahal dari masjidlah mata air rahmat terpancar, lalu orang-orang menjauh darinya dan semakin jauh.

Tetaplah tenang!
Mungkin Anda khawatir status PDP yang Anda sandang akan menyulitkan keluarga Anda yang otomatis juga jadi ODP. Tetaplah tenang karena apapun yang Anda alami saat ini adalah ujian luar biasa yang mana tidak semua orang dapat masuk di dalamnya. Hanya sejumlah orang saja yang masuk ruang ujian berlabel PDP dan tidak semuanya pula mampu melaluinya dengan hasil yang baik. Bahkan ada yang gagal karena ketakutan dan kepanikannya sendiri. Orang yang seperti itu status PDP saja sudah cukup mematikan baginya tanpa harus positif terinfeksi Covid-19.

Ketenangan adalah awal dari kesembuhan. Maka sekali lagi saya mengucapkan, tetaplah tenang!
Meskipun Anda saat ini dinyatakan positif terinfeksi COVID-19, bukan berarti hidup Anda pasti berakhir, kan? Bukankan Rasulullah orang yang Anda yakini ucapannya adalah wahyu, yang sifatnya shiddiq tak mungkin menipu itu pernah bersabda: "Setiap penyakit pasti ada obatnya"? Bukankah kamu meyakini ucapan Muhammad Al-Amin itu Haqqul Yaqin? Jika kamu meyakini itu, maka tenanglah! Obatnya sudah ada. Allah langsung yang menyampaikannya: “Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS Al Isra’ [17]: 82). Ya! Al-Qur'an lah obatnya. Tetap tenang dan mulai saat ini bacalah Al-Quran sebanyak Anda mampu dan saya yakin Allah pasti akan berikan kesembuhan yang terbaik untuk Anda. Kesembuhan yang tak meninggalkan luka apapun.

Tenang! Pokoknya tetaplah tenang!
Seandainya Allah memang menakdirkan kematian Anda disebabkan oleh COVID-19, maka bergembiralah! Betapa saya yang menulis ini pun memimpikan mati dalam keadaan syahid, tapi jujur saja saya masih takut memilih jalan ini. Anda pasti sudah tahu kan? “Orang yang terbunuh di jalan Allah (fii sabilillah) adalah syahid; orang yang mati karena ath-tha’un (wabah) adalah syahid; orang yang mati karena penyakit perut adalah syahid; dan wanita yang mati karena melahirkan adalah syahid.” (HR. Ahmad, 2: 522). Masya'Allah! Itu artinya Allah telah menggariskan Anda husnul khotimah! Kenapa begitu? Ya jelaslah begitu! Selain berpeluang syahid, Anda diberikan cukup banyak waktu untuk berbenah sebelum benar-benar Allah jemput. Coba lihat diluaran sana, betapa banyak orang yang mati mendadak tidak sempat bersiap-siap. Mengerikannya lagi tak sedikit orang mati mendadak ditengah perbuatan maksiatnya. Na'uzubillah! Mengerikan, bukan? Jujur, saya iri betapa beruntungnya Anda ketika dalam keadaan seperti ini.

Jadi, tenanglah!

Apa yang kita rasakan itu sama. Kesulitan, kebingungan, dan cemas namun tak ada pilihan untuk mengatasinya kecuali dengan #tetapdirumah.
Tanggal 1 April 2020 Sampit masih zona hijau, atmosfir sosial dan media sosial tidak begitu mencekam. Hingga sampai pada tanggal 5 April 2020 keadaan berubah. Status Zona hijau berubah menjadi kuning lalu segera diumumkan mejadi merah disebabkan banyak sekali arus masuk dari luar ke Sampit. Semua orang panik! Status ODP, PDP dan Positif menjadi bahan perbincangan hangat dari grup ke grup baik di Whatsapp maupun Facebook. Mengejutkannya lagi, media menggoreng berita tentang kawan-kawan Jamaah Tabligh yang baru datang dari Sulawesi. Segera saja tanpa tedeng aling-aling masyarakat menyoroti mereka seolah-olah kedatangan dari Sulawesi adalah sebuah kejahatan. Lebih parahnya data nama dan alamat kawan-kawan yang ikut ke Sulawesi tersebut beredar. Semua panik, takut tertular. Tak ayal lontaran kata yang menyudutkan segera diterima oleh mereka. Terkucilkan bahkan ditolak. Wuih, apalah daya. Saya hanya bisa menyaksikan bagaimana cerita mereka di grup WA terkait perlakuan yang tidak adil ini. Panik.

6 April 2020 hari ini rasanya sangat berbeda. Saat diumumkan bahwa Sampit Zona Merah, Musholla di komplek saya pun sepi. Hanya saya dan Ayah saya. Azan dan iqomat hanya kami berdua. Sungguh nyeri. Ah, saya rasa bukan ini yang seharusnya terjadi. Bukan ini yang seharusnya kita lakukan. Kenapa malah lari menjauh dari Allah? Kenapa tidak sholat berjama'ah?

Maghrib saya termangu ...
Melangkah menuju musholla dan mengumandangkan Azan.


Allahu Akbar ... (Allah Mahabesar) empat kali saya ulangi, saya meresapinya saat itu.

Ya. Allah Mahabesar! Tak ada yang lebih bersar dari Allah! Lalu kenapa panggilan Allah Sang Mahabesar ini sekarang tak diindahkan? Corona kah yang mahabesar?

Asyhadu Allaa Ilaha Illallaah ... (Aku bersaksi tiada sesembahan kecuali Allah) dua kali diulangi,sungguh betapa ini tidak seharusnya terjadi.

Peryataan lisan kita bersaksi tiada yang haq disembah kecuali Allah, tapi mengapa hati dan raga ini berlaku sebaliknya? Apakah keimanan di hati ini hanya kemunafikan saja? Gombal artifisial yang busuk dibawah kendali rasa takut akan Corona? Dimana wujud keimanan itu?


Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullaah (Aku bersaksi Muhammad adalah utusan Allah)

Pengulangan dua kali itu cukup menamparku. Betapa sebenarnya bukan ini contoh yang diberikan oleh teladan kita Nabi Muhammad ketika kita menghadapi wabah. Yang mana saat itu ketika wabah menyerang, masjidlah tempat berlindung yang paling aman bagi Rasulullah dan para Sahabat. Saya teringat bahwa masjid adalah tempat turunnya Rahmat. Ketika kita menjauh dari masjid, maka kita menjauh dari rahmat-Nya. Sebuah hadis Riwayat Imam Al-Bukhari dari Sayidah Aisyah ra, beliau berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang wabah penyakit. Rasulullah Saw memberitahukan kepadaku: ‘Wabah penyakit itu adalah azab yang diutus Allah kepada orang-orang yang Ia kehendaki. Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman.' [Al-Hadiits]. Apakah ini benar? Apakah menyelamatkan diri dari wabah dengan tidak mengindahkan panggilan Azan Allah untuk sholat berjamaah itu hal yang masuk akal? Sementara demi membeli keperluan makan kita nekad saja menerobos pasar. Padahal sebaik-baik tempat di muka bumi ini adalah Masjid dan seburuk-buruk tempat adalah pasar. Astaghfirullah!


Hayya 'Alas Sholah! (Mari mendirikan sholat!)

Sholat berarti do'a. Sebaik-baik doa adalah ketika sholat. Allah pasti mengabulkan doa hamba-Nya. Itu termaktub dalam Al-Quran. Sementara kita? Ketika kita berhajat dan sungguh-sungguh meminta kepada-Nya, apakah kita menghadap dan meminta kepada-Nya langsung bersama-sama dalam jamaah? Faktanya, kita malah takut ke Masjid. Kita berani meninggalkan sholat yang paling afdhol hanya karena takut Corona. Allahu Akbar! Padahal, di pusat episentrumnya sana--di Cina--masjid menjadi tempat yang paling aman untuk berkumpul. Semua orang berdoa di sana meminta pertolongan kepada Allah. Lah, kita?



Hayya 'Alal Falah! (Mari menuju kemenangan!)

Sudah saatnya kita menyadari, bahwa jalan kemenangan ada pada tiga poin penting di atas! 

1. Allah Mahabesar, makanya aku bersaksi tiada yang haq disembah kecuali Allah. Aku meyakini segalanya datang dari Allah.
2. Muhammad adalah penyampai risalah kabar gembira surga dan peringatan neraka, dialah yang benar-benar tahu cara menjadi orang yang baik dunia akhirat. Dia yang tahu caranya bebas dari azab dan masuk surga. Maka tidak ada cara lain yang bisa menyelamatkan kita dari azab neraka kecuali dengan meniru cara hidup Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wa sallam.
3. Mendirikan sholat.

Tenanglah! Nggak perlu panik sampai meninggalkan sholat berjamaah!
Meninggalkan masjid merupakan sebuah kerugian yang sangat besar. Tak semestinya kita meninggalkan Allah, sementara Allah setiap saat dan setiap waktu ada untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Seperti menuju pasar saat kita benar-benar membutuhkan sesuatu, nekad. Sholat berjamaah di Masjid tetap mengemukakan ikhtiar yang seharusnya. Berangakat pakai masker, sarung tangan dan membawa sajadah sendiri merupakan ikhtiar yang sangat tepat.

Makanya! Kalau menurut suara hati Anda, sebenarnya yang Mahabesari itu Corona atau Allah?
Tindakan Anda mencerminkan itu.

Wassalamualaiakum! - Fahrizal Mukhdar
Baca selengkapnya »

Like Facebook Page saya!